Sabtu, 19 November 2011

Menghadapi Sifat Suami yang Menyebalkan

Menghadapi sifat suami yang “sulit” memang tak mudah. Apa saja tipe suami yang bikin gemas dan bagaimana menghadapinya?

Si Workaholic
Tipe suami yang hobinya memang bekerja. Seringkali ia lebih mengutamakan pekerjaan daripada keluarga dan lingkungannya. Biasanya, ia juga egois, namun untungnya, ia pekerja keras dan melakuakn semuanya demi kepentingan keluarga.

Kuncinya hanyalah bersikap sabar dan aktif berkomunikasi. Akan lebih baik jika Anda sudah mengetahui wataknya ini sejak sebelum menikah. Jadi, sebelum memasuki gerbang pernikahan, sebaiknya buatlah kesepakatan mengenai waktu untuk keluarga.

Aktif berkomunikasi bisa dilakuakn dengan tak ragu menyampaikan keberatan mengenai sikapnya. Namun, sebaiknya pilih waktu yang tepat dan ingatkan bahwa waktu untuk keluarga sangatlah penting.

Si Sempurna
Sepertinya memang enak punya suami yang perfeksionis. Segalanya tertata, runtut, dan sempurna. Namun, bisa-bisa Anda sebagai istrinya akan kewalahan karena biasanya tipe ini banyak menuntut. Segi positifnya, semua hal di rumah maupun di lingkungannya akan terlihat “perfect”.

Jangan terburu kesal atau marah, katakan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Mintalah ia mengerti kekurangan Anda dan anggota keluarga lain, seperti halnya Anda bisa mengerti kekurangannya.

Si Anak Mami
Wah, tipe satu ini benar-benar bisa membuat Anda geleng-geleng kepala, tak habis pikir. Semua harus sepengetahuan dan seizin sang ibu. Biasanya ia juga hobi membandingkan diri Anda dengan ibunya.

Suami tipe ini memang memimpikan seorang istri yang seperti ibunya. Bahkan, tak jarang ia memaksakan kehendaknya supaya istri bisa tampil seperti sang ibu. Segi positifnya, Anda memperoleh inspirasi dari sifat ibu mertua yang baik. Misalnya, jika ibu mertua jago mengelola keuangan eluarga, tak ada salahnya Anda meniru dia.

Untuk menghadapi suami tipe ini, Anda harus pintar-pintar berkomunikasi. Pelan-pelan, mintalah suami untuk memahami bahwa, apapun, Anda dan ibunya memiliki perbedaan dan untuk mengubah supaya serupa bukanlah hal mudah.

Si Pencemburu
Nah, tipe yang satu ini juga harus dicermati. Salah melangkah atau berkomunikasi, perang Bharatayuda bisa terjadi di dalam rumah.

Selain pencuriga, segala gerak-gerik istri ia awasi dan menjadi overprotective dan obsesif. Pokoknya, kalau bisa, istri tidak boleh berhubungan dengan lelaki lain.

Akibatnya, Anda pun menjadi terkekang dan tak leluasa beraktivitas. Segi positifnya, cemburu bisa berarti ia sangat mencintai dan tak mau kehilangan Anda. Lagi-lagi, kuncinya adalah bersabar. Sebaiknya, Anda juga sudah mengetahui sifatnya ini sejak sebelum menikah. Sehingga, ketika Anda memasuki kehidupan berumahtangga, Anda tak kaget, atau Anda bisa “bernegosiasi”.

Tak ada salahnya mengingatkan suami supaya tidak berlebihan. Yakinkan dia bahwa Anda mencintai dia dan tidak melakukan hal-hal di luar batas.

Si Pendiam
Suami tipe ini cenderung diam dan acuh pada istri. Ia hanya berbicara dan berkomunikasi seperlunya. Selebihnya, ia akan menghadapi semua persoalan dengan datar-datar saja. Tentu, yang seringkali repot adalah Anda sebagai istrinya karena tidak tahu apa yang dimaui dan dimaksud oleh si suami. Namun, segi positifnya, Anda tak direcoki oleh omelan atau pengawasan suami yang berlebihan. Diam juga belum tentu berarti tak cinta.

Kuncinya, Andalah yang harus aktif dan memulai komunikasi. Katakan bahwa Anda akan lebih nyaman seandainya ia bisa sedikit lebih terbuka. Sampaikan bahwa dengan sifat pendiamnya, bisa-bisa terjadi salah paham.

Si Pemarah
Biasanya ia memiliki temperamen yang tinggidan sumbu emosi yang pendek sehingga Anda harus waspada. Umumnya, tipe pemarah sulit mengendalikan diri. Jadi, sebaiknya Anda bersikap mengalah untuk menghindari konflik yang bisa muncul.

Selain bersabar dan berkepala dingin, apalagi jika Anda tahu dari dulu bawaannya seperti ini, Anda harus mampu meredam diri, dan tidak terbawa emosi. Biarkan ia berbicara sepuasnya. Setelah ia agak tenang, barulah Anda bisa menyampaikan keberatan. Jika Anda mampu menyampaikannya dengan baik, suami pun pasti akan mencoba mengubah sifat pemarahnya.

Si “Unromantic”
Suami yang tidak romantis bukan berarti ia tidak cinta Anda. Bisa jadi, ia tidak terbiasa atau memang tidak begitu mementingkan hal-hal seperti itu. Biasanya, ia akan lebih fokus pada hal-hal lain, misalnya bagaimana cara mengatur keuangan, bagaimana mencari uang tambahan, dan sebagainya. Itu sisi baiknya.

Satu-satunya cara menghadapi suami seperti ini adalah Anda yang harus memulai bersikap romantis. Sesekali, beri ia kejutan. Sesekali, mintalah waktu untuk berduaan saja. Tak ada salahnya melakukan perjalanan berdua setiap akhir tahun.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan